Menyoal layanan Rumah Sakit Plat Merah
750 x 90

Menyoal layanan Rumah Sakit Plat Merah

Menyoal layanan Rumah Sakit Plat Merah
Menyoal layanan Rumah Sakit Plat Merah

Ketika membaca sebuah berita tentang layanan rumah sakit berplat merah, lagi-lagi menyisakan kesedihan bagi si pembaca, belum lagi habis satu kasus ditambah lagi informasi lainnya. Sebut saja musibah yang menimpa keluarga Muslim Puteh, dimana harus merelakan kepergian istri dan anaknya, dikarenakan lambatnya layanan Rumah Sakit ibu dan anak dalam menangani pasien (Harian Rakyat Aceh/28/3/2016).

Peristiwa pilu ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga Muslim Puteh semata, tetapi juga warga lain di indonesia dan Aceh khususnya. Sehingga timbul pertanyaan, apa saja tugas aparatur sipil negara dalam melayani pasien di Rumah Sakit, bukankah hampir semua kebijakan yang keluar dari mulut penguasa negeri ini kesejahteraan adalah kata yang paling familiar digunakan, apalagi di tahun 2016 ini, yang menjadi tahun panas bagi calon gubernur, walikota/Bupati dalam membangun pencitraan dirinya dan kelompoknya dalam menjalin simpatik pemilihnya.

Apabila merujuk pada sumpah jabatan, tentunya tidak ada aparatur sipil negara, atau penguasa negeri ini yang mau melanggarnya, karena kata-kata yang termaktub dalam sumpah tersebuat adalah berhubungan dengan individu dan sang pencipta, belum lagi adanya ketakutan terhadap dosa yang akan diterima ketika melalaikan tugas dan jabatannya.

Dadang Kahmad, seorang Profesor dalam bidang Sosiologi menyatakan dalam kajian sosiologi kesehatan pentingnya layanan kesehatan, karena layanan kesehatan adalah salah satu praktik sosial yang memposisikan tenaga kesehatan berada dihadapan manusia utuh yang membutuhkan pendekatan kemanusian, oleh karena itu pengetahuan mengenai aspek sosial budaya dalam peningkatan pelayanan kesehatan menjadi hal yang paling penting dipahami oleh tenaga kesehatan.

Untuk itu pada konteks inilah layanan tenaga kesehatan membutuhkan layanan yang tepat pendekatannya yaitu pendekatan yang berwawasan sosial budaya.

Disamping itu tentunya banyak hal yang menyebabkan orang mau atau berperilaku menyimpang dari pekerjaan utamanya, karena banyak hal orang berperilaku demikian, misalnya seperti apa yang dimuat pada koran Harian Aceh ini, yang mengutarakan pendapat asisten ombudsman RI Perwakilan Aceh, Ayu Parmawati SH, MKn rumah sakit RSIA belum bayar gaji para dokter.

Ini membuktikan kepada kita semua bahwa ada persoalan dengan manajemen rumah sakit pemerintah tersebut, sehingga sangat patut dan tepat langkah yang diambil oleh anggota DPRA Darwati A. Gani, dengan melakukan koordinasi langsung dengan pihak pengelola Rumah Sakit ibu dan Anak.

Meskipun Ia sangat menyayangkan, ternyata Suryani tidak dilayani sesuai prosedur pelayanan dengan alasan dokter piket sakit, sedangkan dokter pengganti sibuk diluar, selanjutnya beliau akan segera melakukan pemanggilan terhadap manajemen Rumah Sakit RSIA”semoga keprihatinan wakil rakyat tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja para dokter dan pihak manajemen rumah sakit kedepan.

Disisi lain pemimpin kita sering sekali menjadi superman atau anak muda India disaat telah terjadi musibah baru ada inpeksi mendadak (sidak), tapi paling tidak kasus yang menimpa saudara kita tersebut menjadi catatan berharga bagi pemangku kepentingan di Aceh, baik itu Pihak Rumah sakit maupun pemerintah Aceh dan pemerintah Kota Banda Aceh khususnya, agar lebih gesit dalam mengontrol kebijakan dan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak manajemen rumah sakit, baik kepada pasien maupun kepada tenaga kesehatan sehingga suasana kerja menjadi lebih nyaman dan menyenangkan, begitu juga kepada wakil rakyat yang membidangi kesehatan, jangan hanya bicara isu kesehatan tetapi pengawasan terhadap kesejahteraan pasien dan tenaga medis terabaikan.

Memang betul kalau Kasus ini tidak hanya terjadi di Aceh tetapi juga hampir seluruh Indonesia terjadi, tetapi sangat disayangkan jika hal ini menimpa warga Aceh, apalagi mereka yang sebagian korbannya adalah yang tingkat pendapatan ekonomi keluarganya menengah kebawah. Harapan kita semua pelajaran berharga ini menjadi pertama dan terakhir di Rumah Sakit Aceh, baik itu milik pemerintah maupun swasta, semoga!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

Suara Dekan

  • Dr Hizir

    Sebagai Pj.  Dekan FISIP,  saya sangat mengapresiasi website Prodi Sosiologi ini, dengan website ini Prodi dapat mensosialisasikan visi misinya,  dan harapannya semoga Sosiologi Unsyiah jadi yang terkemuka dalam memberikan upaya pemecahan masalah sosial di Aceh khususnya dan Indonesia secara...

    BACA SELENGKAPNYA


  • Sambutan Kaprodi Sosiologi

  • Sambutan Kaprodi

    "Kehadiran website ini adalah salahsatu kebanggaan utama, karena dengan adanya website Prodi ini, maka akan memudahkan bagi mahasiswa, alumni dan dosen dalam melihat perkembangan Prodi Sosiologi sekarang dan yang akan datang. semoga website ini menjadi salahsatu tolak ukur bagi pengguna lulusan Sosiologi dalam melihat kompetensi yang dimiliki lulusan".  selamat dan sukses kepada para dosen, mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan telah lahirnya website Prodi Sosiologi FISIP...

    BACA SELENGKAPNYA
  • Populer

    ?>