Alumni Prodi Sosiologi Unsyiah Ikuti Konferensi Internasional
750 x 90

Alumni Prodi Sosiologi Unsyiah Ikuti Konferensi Internasional

Alumni Prodi Sosiologi Unsyiah Ikuti Konferensi Internasional
Alumni Prodi Sosiologi Unsyiah Ikuti Konferensi Internasional

INTERNATIONAL CONFERENCE ON SOCIAL AND POLITICAL ISSUES (ICSPI) 2016

(KNOWLEDGE AND SOCIAL TRANSFORMATION)

By: Marini Kristina Situmeang, S.Sos (Alumni Sosiologi FISIP-Unsyiah)

  1. International Conference On Social and Political Issues 2016

The 1st ICSPI (International Conference On Social and Political Issues) 2016 merupakan salah satu bentuk konferensi internasional berbasis kajian ilmu sosial dan ilmu humaniora yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Adapun diselenggrakannya konferensi ini merupakan salah satu wujud keperdulian instansi pendidikan beserta seluruh akademisi dalam rangka memfasilitasi ruang pengembangan research-research ilmiah guna menunjang kapasitas pendidikan yang lebih bermutu pada level Universitas di Indonesia. Disisi lain, tujuan dari diadakan konferensi ini juga merupakan wujud penyatuan kerjasama antar Universitas di seluruh Indonesia maupun Universitas luar negeri.

Sebagaimana yang tercermin dalam tema yakni “Pengetahuan dan Transformasi Sosial”, fokus konferensi ini adalah pada penerapan ilmu sosial dan pengetahuan dalam melihat dan memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada kehidupan manusia. Sebagaimana kita pahami bahwa perubahan  dan transformasi sosial pada konteks kehidupan merupakan bagian dari aktivitas manusia secara sadar maupun tidak sadar akan terjadi baik pada level individu, kelompok, hingga pada level yang lebih luas yaitu masyarakat. Perubahan dan Transformasi sosial tentunya tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di bagian negara lain. Oleh karenanya penting untuk terus melakukan kajian-kajian yang berkaitan dengan isu-isu tersebut untuk kemudian dapat menyuarakan ide-ide positif dalam rangka pengembangan ilmu yang berimplikasi pada pembangunan sumber daya manusia, pengembangan masyarakat, serta kemadirian bangsa.

Adapun tujuan dari diselenggarakannya konferensi ini yakni sebagai: (1) Untuk mempromosikan pertukaran ide, pengetahuan, dan penelitian diantara para sarjana, dosen, beserta peneliti yang aktif dalam penelitian berbasis ilmu sosial. (2) Untuk memperluas penyebaran penelitian tentang keterkaitan antara produksi pengetahuan dan transformasi sosial dari beberapa perspektif ilmiah yang berbeda dalam konteks masyarakat yang lebih luas. (3) Untuk berkontribusi pada peningkatan ilmu pengetahuan dan publikasi ilmiah terkait isu-isu sosial dan politik kontemporer yang menjadi dasar terjadinya transformasi sosial baik di negara berkembang maupun dalam  konteks yang lebih global.

Secara khusus, tujuan diadakannya konferensi internasional oleh Universitas Indonesia ini adalah untuk menyediakan forum akademik bagi para mahasiswa pascasarjana, dosen, serta peneliti lainnya dalam meyuarakan ide-ide dan argumen terkait isu-isu sosial di Indonesia. Dalam rangka menunjang kapasitas pendidikan yang bertaraf internasional, konferensi ini juga merupakan wadah bagi mahasiswa pascasarjana yang akan mengambil gelar masternya untuk melakukan publikasi ilmiah secara internasional. Konferensi ini menyediakan tempat yang cukup menarik dalam membentuk forum dialog ilmiah antara penelitian, teknologi, dan transformasi sosial, hubungan antara pemerintah kaitannya dengan kesejahteraan dan pembangunan sosial, peranan gagasan, norma, serta budaya dalam membentuk transformasi sosial, keterkaitan antara pengetahuan dan kesejahteraan gender, hubungan antara tatangan global dan transformasi sosial, hubungan antara modal-masyarakat sipil dan transformasi sosial, dan yang terakhir adalah hubungan antara media-pengetahuan dan transformasi sosial. Singkatnya, konferensi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peneliti mengeluarkan karya-karya terbaiknya, untuk kemudian dapat mempresentasikan secara baik hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan dialog akademis yang berfokus pada pengetahuan dan transformasi sosial diantara para sarjana ilmu sosial di Indonesia dan luar negeri.

  1. Peserta Konferensi

Pada konferensi ICSPI 2016 yang dilakukan di Bali pada tanggal 18-21 Oktober 2016, konferensi ini telah berhasil mengundang banyak mahasiswa baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa tujuan dari konferensi adalah sebagai wadah bagi mahasiswa/i yang ingin mempublikasikan penelitian ilmiahnya secara internasional dan terindeks scopus (database yang memiliki standar kualitas penelitian terbesar di dunia), sehingga tidak heran banyak sarjana baik dari level S1, S2, bahkan S3 berlomba-lomba untuk mengikuti konferensi internasional. Melalui portal yang saya baca, abstrak yang masuk berjumlah 1300 abstrak. Namun, hanya 191 abstrak dari 17 negara yang diterima oleh pihak penyelenggara konferensi melalui proses seleksi yang ketat. Dari 191 abstrak dipilih lagi menjadi 130 paper yang dipresentasikan pada saat konferensi berlangsung.  Adapun presenter yang wajib mempresentasikan papernya tersebut datang dari 9 negara termasuk Indonesia. Melalui konferens ini diharapkan dapat melahirkan hasil-hasil penelitian berkualitas tinggi melalui diskusi-diskusi ilmiah yang telah dilakukan selama konferensi berlangsung.

  1. Pelaksanaan Kegiatan Konferensi

Pelaksanaan kegiatan konferensi berlangsung selama 4 hari, hari pertama tanggal 18 Oktober diisi dengan registrasi peserta yang sampai ke Lokasi konferensi. Pada tanggal 19 oktober pembukaan resmi konferensi dilakukan dari jam 08.00 pagi sampai pukul 11.00. Pembukaan diawali dengan laporan konferensi yang disampaikan oleh bapak Dekan Fisipol Universitas Indonesia. Kemudian diikuti oleh kata-kata sambutan dari bapak Rektor Universitas Indonesia beserta gubernur provinsi Bali. Selanjutnya, acara konferensi di isi oleh 2 keynote speech yakni: bapak H.E Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA (the 6th President Of Indonesia) dan Prof. Donald K Emmerson (Standford University). Setelah keynote speech selesai menyampaikan materi yang mereka sampaikan terkait pentingnya pengetahuan dalam transformasi sosial, acara diisi dengan tanya jawab, untuk kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan mengenai Journal Asian Politics and Policy Publication Guideline oleh Prof. Aileen Baviera (Universitas Indonesia). Jurnal asian politik merupakan salah satu jurnal yang telah terindeks scopus dan berlevel internasional. Dalam sesi tanya jawab bersama prof Aileen, seluruh peserta diberikan infomasi terkait publikasi dan bagaimana kebijakan publikasi yang dibuat oleh Jurnal Asial Politik, agar suatu penelitian layak di publikasikan. Oleh karenanya, dalam konferensi ini akan diambil 5 sampai 7 hasil penelitian terbaik untuk dipublikasikan pada jurnal Asian Politik. Kriteria penelitian yang dilakukan juga melalui proses revisi selama 4 minggu sejak acara konferensi selesai. Sisa dari hasil penelitian yang tidak terpublikasi pada Jurnal Asian Politik, akan dibukukan (proceeding) untuk kemudian dipublikasi dan terindeks scopus. Setelah penjelasan tentang publikasi selesai, dilanjutkan dengan plenary session oleh 3 orang pemateri yang berasal dari 3 negara yang berbeda, yaitu; 1. Prof. Vedy R. Hadiz (University of Mellbourne), 2. Prof. Andrianus E. Meliala (University Of Indonesia), dan 3. Prof. Jim Ife (Curtin University). Ketika ke 3 pemateri selesai menyampaikan materinya, seperti biasa dilanjutkan dengan tanya jawab serta diskusi ilmiah bersama seluruh presenter yang hadir pada hari itu.

Setelah selesai shalat dan makan siang, dilanjutkan dengan sesi panel bagi setiap peresenter untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Setiap presenter akan bergabung bersama tim presentasi dan diskusi sesuai dengan jadwal panel yang telah ditentukan oleh panitia. Sebelum memasuki sesi panel bagi Setiap presenter dibagi menjadi 2 sesi pleno, dengan setiap pleno terdiri dari 4 sesi paralel. Pada setiap sesi paralel yang dilakukan selama 2 hari, dari tanggal 19 sampai 20 oktober diisi dengan presentasi 7 sampai 10 hasil penelitian oleh masing-masing peneliti (presenter). Kebetulan pada konferensi kemarin, saya mendapatkan jadwal presentasi tanggal 20 oktober pada panel 1 parallel 1. Setelah mengikuti sesi Keynote Speech hari kedua bersama Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, MBA (Founder Of Mayapada Group) dan Prof. Mark Concidine (University Of Melbourne), serta dilanjutkan dengan plenary session hari kedua bersama tiga narasumber profesor yaitu; 1. Prof. Rochman Achwan (Universitas Indonesia), 2. Prof. Richard H. Chauvel (University Of Melbourne), dan 3. Prof. Kosuke Mizuno (Kyoto University), acara panel bagi seluruh presenter panel 1 hari kedua dilaksanakan tepat pukul 13.00 WIB.

Kegiatan dilakukan dengan sangat memperhatikan ketepatan waktu. Tidak ada yang terlambat, bahkan seluruh presenter beserta moderator telah ada diruangan diskusi mulai dari 30 menit sebelum presentasi dimulai. Sesi panel pada siang hari itu, terasa begitu santai tetapi sangat serius. Bagaimana mungkin saya yang masih berstatus mahasiswa pascasarjana pada Universitas Sebelas Maret dan UGM harus satu panel dengan para dosen yang mayoritasnya berasal dari Universitas Indonesia. Waktu itu suasana semakin menegang dan membuat saya pesimis, apa mungkin hasil penelitian kecilku dapat disejajarkan dengan para akademisi seperti dosen yang telah memiliki gelar master, doktor, bahkan proffesor yang notabennya sudah memiliki pengalaman banyak di bidang penelitian. Tetapi the show must go on !! Sempat terlintas dalam benak saya, kenapa saya harus satu panel dengan orang-orang hebat yang telah berpengalaman seperti mereka? Dimana mahasiswa/i lain yang sempat berkenalan dengan saya pada saat pembukaan konferensi? apakah mereka merasakan ketakutan yang sama seperti saya ? Apa yang menjadi ketakutan dan kekhawatiran saya ternyata terbukti, dengan berbekal bahasa inggris yang cukup mahir, penguasaan teori yang sangat baik, hasil penelitian yang sangat bagus, serta cara berkomunikasi dalam menyampaikan hasil penelitian yang begitu lugas dan jelas, menjadikan saya seperti anak bawang diantara mereka. Jujur saja Hari itu saya seperti mengalami culture shock.

Tetapi berangkat dari pengalaman ini, saya banyak belajar, saya mendengar, saya mencatat, untuk kemudian menjadi bekal bagi saya jika diberi kesempatan lagi untuk mengikuti konferensi-konferensi internasional selajutnya. Dengan berbekal keberanian serta keyakinan bahwa saya adalah mahasiswi yang sedang belajar, maka ketakutan-ketakutan yang muncul itu saya tepis. Saya meyakini bahwa mereka yang duduk diantara saya dengan berbekal pengalaman yang cukup banyak, pastilah telah melalui fase belajar seperti yang saya alami saat itu, hingga mereka menjadi hebat seperti sekarang. Untuk meningkatkan rasa optimis saya, saya mencoba meyakinkan dalam hati saya bahwa kehadiran saya hari itu diantara mereka adalah rezeki belajar yang Tuhan berikan kepada saya, serta kesempatan yang barangkali tak datang untuk kedua kalinya. Sebisa mungkin saya mencoba untuk maksimal dalam menyampaikan hasil penelitian kecil saya, meskipun dengan berbekal bahasa inggris yang masih sangat minim dan terbata-bata, saya tingkatkan rasa percaya diri bahwa tidak ada manusia yang menjadi lebih baik tanpa proses belajar. Alhamdulillah presentasi saya lakukan dengan lancar meskipun dalam keadaan gugup. Respon yang ditunjukkan oleh presenter lain yang satu panel dengan saya pada hari itu juga terlihat cukup baik dan appresiasi dengan usaha saya.

Adapun beberapa topik yang diajukan dalam konferensi internasional ini meliputi; 1. Riset, Teknologi, dan Transformasi sosial, 2. Tata Kelola, Kesejahteraan, dan Pembangunan Sosial, 3. Ide, Norma, dan Budaya dalam Transformasi Sosial, 4. Pengetahuan dan Kesejahteraan Gender, 5. Tantangan Global dan Transformasi Sosial, 6. Capital, Masyarakat Sipil, Transformasi Sosial, dan Struktur Sosial Baru di Krisis Global, dan 7. Media, Pengetahuan, dan Transformasi Sosial. Pada Konferensi kemarin saya tertarik untuk masuk dalam isu “Ide, Norma, dan Budaya dalam Transformasi Sosial”. Adapun subtema dalam topik tersebut meliputi; 1. Keluarga dan Pengetahuan Pengasuhan, 2. Hak Asasi Manusia, Keadilan, dan Kesetaraan, 3. Linguistik, Tradisi Lisan, dan cerita rakyat/ sejarah dalam mengubah pengetahuan adat masyarakat.

Kebetulan saya mengangkat isu peranan serta pentingnya pengetahuan pengasuhan bagi orang tua di dalam keluarga dengan memilih untuk mengangkat sejauh mana peranan FKKADK (forum Komunikasi Keluarga Anak dengan Kedisablitasan) dalam memberikan pelayanan terapi dan memberikan pengetahuan pengasuhan bagi keluarga yang memiliki anak dengan disabilitas. Bicara mengenai permasalahan anak disabilitas, maka tidak hanya pada persoalan bagaimana mengatasi deskriminasi terhadap mereka, namun bagaimana pula menguatkan dukungan keluarga. Pada banyak kasus misalnya, dalam rangkuman UNICEF tentang Anak penyandang Disabilitas (2007) juga menerangkan bahwa di banyak negara, respons terhadap anak penyandang disabilitas umumnya selama ini hanya terbatas pada institusionalisasi, ditinggalkan atau ditelantarkan. Respon-respon masyarakat semacam ini merupakan masalah dan sudah mengakar pula dalam asumsi-asumsi negatif atau paternalistik tentang ketidakmampuan, ketergantungan, dan perbedaan yang muncul karena ketidaktahuan.  Sampai saat ini anak-anak penyandang disabilitas masih banyak menghadapi berbagai bentuk pengucilan yang pada akhirnya mempengaruhi perilaku mereka manakala reaksi lingkungan sekitar dirasa tidak berpihak. Banyak keluarga bahkan kelompok masyarakat masih malu jika memiliki anak yang tidak normal. Sehingga hal ini kemudian membuat anak sering sekali dikurung di dalam rumah, dibiarkan sendiri di dalam rumah, dan dikucilkan baik dalam lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan sekolah. Perlu dipahami bahwa pola asuh atau perawatan yang dilakukan bagi anak disabilitas tidak sama dengan anak normal pada umumnya. Dalam perkembangannya dimasyarakat, pengetahuan dan penggunaan pola asuh telah memberikan sumbangan dalam perkembangan terhadap bentuk-bentuk perilaku sosial pada anak. Faktor internal, misalnya yang berkaitan dengan latar belakang orang tua dalam konteks pendidikan dan wawasan orang tua, maka akan mempengaruhi karakter anak dan konsep pengasuhan atau peranan orang tua terhadap anak. Menurut Riyanto (2002), dalam mengasuh anak, orangtua bukan hanya mampu mengkomunikasikan fakta, gagasan, serta pengetahuan saja, melainkan juga membantu menumbuh kembangkan kepribadian anak. Hal demikian berlaku sama pada orang tua yang memiliki anak disabilitas. Analisis peranan FKKADK sebagai lembaga sosial dalam masyarakat dilakukan melalui pendekatan teori peranan dari Robert K Merton yang termasuk kedalam aliran struktural fungsional. Sedangkan praktik-praktik sosial serta nilai-nilai sosial yang dibangun dalam layanan terapi dan pengetahuan pengasuhan dianalisis dengan pendekatan Habitus dari Pierre Bourdieu.

  1. Motivasi Saya Mengikuti Konferensi

Sebagai mahasiswi pascasarjana yang sedang berjuang untuk menyelesaikan studi master, selain menuntaskan teori di dalam kelas atau selesainya tesis, memiliki kewajiban untuk melakukan publikasi ilmiah secara internasional dan terakreditasi yang mana merupakan syarat khusus untuk bisa mendaftar pada sidang tesis nanti. Hal ini lah yang menjadi alasan utama saya mengikuti konferensi ICSPI 2016. Tetapi untuk alasan yang lebih jauh, motivasi saya mengikuti konferensi ini adalah sebagai langkah saya menjemput ilmu serta mendapatkan pengalaman baru dalam menulis, melatih kemampuan presentasi dengan bahasa komunikasi yang bagus, berkenalan dengan banyak para akademisi hebat, serta menjadikan forum presentasi/ diskusi ilmiah tersebut sebagai ruang evaluasi diri bagi saya. Melalui pengalaman ini saya sangat berharap nantinya saya dapat menulis paper ilmiah yang lebih baik, menulis buku, serta karya lainnya yang dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu sosial. Sekian dari saya, semoga bisa memotivasi teman-teman pemula seperti saya, terimakasih ^_^

artikel kegiatan konferensi ini bisa juga di akses di icspi.ui.ac.id  

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

Suara Dekan

  • Dr Hizir

    Sebagai Pj.  Dekan FISIP,  saya sangat mengapresiasi website Prodi Sosiologi ini, dengan website ini Prodi dapat mensosialisasikan visi misinya,  dan harapannya semoga Sosiologi Unsyiah jadi yang terkemuka dalam memberikan upaya pemecahan masalah sosial di Aceh khususnya dan Indonesia secara...

    BACA SELENGKAPNYA


  • Sambutan Kaprodi Sosiologi

  • Sambutan Kaprodi

    "Kehadiran website ini adalah salahsatu kebanggaan utama, karena dengan adanya website Prodi ini, maka akan memudahkan bagi mahasiswa, alumni dan dosen dalam melihat perkembangan Prodi Sosiologi sekarang dan yang akan datang. semoga website ini menjadi salahsatu tolak ukur bagi pengguna lulusan Sosiologi dalam melihat kompetensi yang dimiliki lulusan".  selamat dan sukses kepada para dosen, mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan telah lahirnya website Prodi Sosiologi FISIP...

    BACA SELENGKAPNYA
  • Populer

    ?>